Kamis, 21 Juni 2012

Telan Pil Pahit Lagi, Perseka ID !

Rabu, 20 Juni 2012.

Mendapat undangan bermain melawan FC Klurak Kembar di lapangan TWC Prambanan, Perseka yang kala itu tak diperkuat fullback andalannya Resi Aryo yang sedang mengalami masalah dengan pergelangan kakinya.

Begitu peluit ditiup pengadil lapangan, Perseka langsung mencoba menekan dengan umpan umpan panjang yang dialirkan Sicho Wibowo dan Fadly Ginanjar, mengandalakan Eka’ dan Indra Cakil diposisi striker. Namun skema serangan yang mudah terbaca dan postur tubuh yang kalah tinggi membuat serangan Perseka mentah dikaki-kaki defender FC Klurak Kembar.

Eka membuka skor diawal babak pertama lewat sentuhan passing pendek, namun Klurak Kembar mampu mencuri gol berkat umpan jauh pemain tengah yang gagal diantisipasi Ansa Boim. Memasuki pertengahan babak pertama gawang Perseka kembali dikoyak penyerang Klurak Kembar yang lolos dari jebakan offside. Skor 2-1 hanya bertahan sebentar karena kembali Boim terlambat mengantisipasi crossing-crossing sayap Klurak Kembar dan mampu dieksekusi penyerang Klurak Kembar hingga terjadi gol, skor 3-1 menutup babak pertama.

NYARIS BOUNCEBACK

Dijeda waktu, Sakti Setiawan meminta rekan-rekannya lebih semangat dan meningkatkan insentitas serangan.

Peluit pertanda babak kedua dibunyikan, Perseka memasukan versatille player yang cukup lama absen karena bekerja diTangerang, Derisman Jauhari. Serangan yang dibangun Perseka memang terlihat lebih hidup dengan merotasi beberapa pos pemain.
Meninggalkan 3 defender dan menumpuk pemain dilini tengah, Perseka menguasai possesion bola. Bahkan hampir memperkecil ketertinggalan lewat Indra Cakil, namun sayang Indra yang sudah berhadapan langsung dengan kiper gagal menceploskan bola kemulut gawang Klurak Kembar.

Perseka terus meningkatkan serangan hingga Eka’ mampu mencetak gol keduanya dipertandingan ini, 3-2. Dan tinggal 1 gol lagi untuk menyamakan kedudukan.

Klurak Kembar tak tinggal diam, memanfaatkan lemahnya pertahanan sisi kiri Perseka yang timpang pemain Klurak Kembar sangat sering mengirim bola thru-pass kesisi kiri pertahanan Perseka yang dipercayakan pada Ugiek. Pemain Klurak Kembar yang mendapat bola empuk pun langsung melakukan penetrasi ke sisi pertahanan Perseka yang lenggang kemudian dengan mudah mengirim umpan yang mampu diselesaikan dengan maksimal oleh sayap Klurak Kembar, skor 4-2 bertahan hingga pertandingan usai.

Catatan 2 kali kalah secara beruntun ini menambah buruk statistik laga away yang dilakoni Perseka.



Eka, 2 gol yang sia-sia.

Senin, 11 Juni 2012

Dwi Sakti ‘Mlenyok’ Setiawan



Pemain berperawakan kurus tinggi ini adalah salah satu andalan Perseka di lini tengah, sekaligus merangkap sebagai kapten tim. Lugas dan tanpa banyak kompromi.

Mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Jogjakarta ini bisa pula ditempatkan sebagai breaker, kakinya yang panjang mempermudah memenangkan duel dengan pemain lawan, posturnya yang tinggi pun terkadang menjadi kelebihan tersendiri di duel udara. Soal determinasi ? jangan ditanya, dia adalah satu defender modern yang keras dan punya cara berkomunikasi dengan baik dengan partnernya.

Eko ‘Kodok’ Nugroho



The Wonosarian Wizzard, julukan yang disematkan pada pemain kelahiran 19 Desember 1985.

Pemain yang kerap menyisir sisi kanan lapangan ini adalah pemain yang memiliki body balance dan dikenal ngotot saat mencoba mencuri bola lawan. Crossing-crossing dari sayap yang dia kirim tak jarang mempermudah para striker Perseka menceploskan bola kegawang lawan.

Dulu, penggemar klub ibukota Italia, AS Roma ini tak jarang diplot sebagai ujung tombak serangan Perseka saat Perseka ditinggal beberapa pemainnya cabut ke klub lain. Meski memiliki temperamen yang mudah tersulut, pemain blasteran Wonosari-Prambanan ini adalah salah satu pemain yang paling bersemangat ketika berlaga.

Resi Aryo



Pemain yang sempat beberapa kali berganti posisi ini pada awal karirnya sangat menginginkan menjadi winger sebelum akhirnya ditarik lebih kebelakang sebagai fullback.

Kini permainannya sudah nyetel sebagai untouchable player disisi kiri pertahanan Perseka, berdasar catatan pemain ini mencetak beberapa assist, 1 gol lewat titik putih dan 2 kali melakukan own goal. Fans klub Manchester United ini mengawali kehidupan sepakbolanya bersama Sakti Setiawan, Andi Pelo, dan Sicho.

Lelaki kelahiran 12 Juli 1990 ini adalah salah satu pemain yang paling sering memberi suntikan semangat dan dikenal memiliki determinasi cukup tinggi selama 90 menit, dan itu adalah salah satu modalnya untuk menjaga gawang Boim tetap perawan sepanjang laga.

Ari ‘Gonduk’



Diawal milenium baru, namanya sempat melejit sebagai striker muda potensial, kini pemain kelahiran 12 Januari 1985 termasuk satu dari beberapa pemain senior di Perseka.

Bakat alam pemain yang mengidolakan Internazionale Milan ini terasah lagi-lagi dari lapangan belakang bekas gedung bioskop yang terbakar, bersama Anto ‘Plorok’, Larno, Tri Jabrik, dan Marno, Ari Gonduk hampir saja meraih gelar pertama kompetisi pedukuhan Bokoharjo untuk pertama kalinya sebelum akhirnya tumbang di perempat-final.

Seiring umur yang makin bertambah matang, Gonduk sedikit menggeser posisinya yang dulu striker kini menjadi gelandang tengah, dengan dribble dan akurasi umpan, serta mental berjibaku dengan lawan yang masih mumpuni, ia menjadi salah satu kunci di lini tengah Perseka hingga saat ini.

Ansa Amri ‘Boim’ Yahya



Siapa tak kenal pemain bengal satu ini ?

Anak dari mantan petinggi klub Perseka ini adalah salah satu pemain yang tak boleh disalahkan dikubu Perseka.

Lahir 19 Juli, alumni SMK Muhammadiyah Prambanan ini adalah satu-satunya untouchable-player ditim, mengisi pos yang ditinggalkan Ari Monyong sebagai benteng terakhir dibawah mistar gawang, Boim menjelma sebagai raksasa dimulut gawang, beberapa kali membuat cleansheet dan membawa Perseka memuncaki gengsi tertinggi Liga Tarkam Pedukuhan.

Pemain hitam yang sering tampil eksentrik yang juga penggemar musik dangdut ini juga punya temperamen tinggi dan sempat dicap sebagai Balotelli versi kiper rekan-rekannya. Diluar semua tingkahnya yang agak gila, Boim adalah kiper yang sangat sulit ditembus, meski memiliki postur tubuh bongsor, namun refleknya beberapa kali membuat striker lawan frustasi.

Fadly Ginanjar



Sayap lincah ini mulai bergabung di Perseka dipertengahan 2009 dan sukses menjadi partner Satrio ‘Sicho’ Wibowo mengacak-acak pertahanan lawan, dribble ciamiknya sangat sering membuat lawan emosi, terkadang mengingatkan saya dengan eks Bolton Wanderes, Jay-Jay Okocha.

Lelaki yang lahir 10 Desember alumni STM Jetis yang juga pernah beberapa kali mengikuti kompetisi tingkat kabupaten ini merupakan tipikal sayap kreatif, free-rolenya kadang membuat defender musuh kalang kabut, tak hanya itu, beberapa kali assist dari pemain yang sering memakai kostum nomor 5 ini menjadi kunci kemenangan Perseka.

He’s A Brilliant Wing Forward !

Andi 'Pelo' Prastopo



Bapak muda yang lahir 3 Januari ini adalah anak kandung dari mantan gelandang bertahan legendaris Perseka era 90’an, Bapak Sularno.

Mengawali pengalaman sepakbola bersama Resi Aryo, dan Dwi Sakti Setiawan dilapangan berdebu belakang ruko ini adalah anak berbakat yang punya kecepatan dan kekuatan tembakan mematikan. Striker yang beberapa kali mewakili tanah kelahirannya di Wonogiri ini sempat menjadi most-valuable player, pemain yang paling diandalkan membongkar pertahanan lawan. Sebelum akhirnya sering mangkir latihan dan hampir puasa gol 5 bulan lamanya.

Usai menyadari kesalahannya, berangsur-angsur sahabat dari Ansa ‘Boim’ Yahya ini mulai kembali kebentuk permainannya. Cepat, lugas, dan punya naluri mencetak gol yang cukup tinggi.

PROVE IT ANDI !

Satrio 'Sicho' Wibowo






Lelaki kelahiran Randusari, 17 Agustus ini merupakan salah satu gelandang serang terbaik yang dimiliki Perseka, dengan postur tinggi besar yang biasanya lebih cocok menjadi defensive midfielder Satrio Wibowo yang lebih akrab dipanggil Sicho oleh rekan-rekannya memiliki kreatifitas seperti kebanyakan gelandang serang di Liga Indonesia, cepat mengambil keputusan, passing akurat dan berani berduel bola atas dengan lawan, meski tak memiliki speed yang diatas rata-rata, Sicho menutupinya dengan pergerakan yang efektif meski terkadang terlihat brutal.

Bakat mantan pungawa SMA Negeri 1 Prambanan ini diturunkan dari kakaknya yang dulu merupakan stopper lugas Perseka diakhir 90’an. Tak tanggung-tanggung, statistik yang saya catat bahwa akurasi long shootnya adalah yang tertinggi daripada pemain-pemain Perseka yang lain.

Gol terbaik menurut opini saya terjadi ketika meladeni Sanan FC, 3 Juni 2012 lalu. Memanfaatkan bola liar Sicho menendang bola dari luar kotak 16, bola melengkung bebas tanpa sanggup ditepis penjaga gawang. “Sudah mirip Eden Hazard belum bos ?” ujar penggemar Chelsea FC ini diakhir laga.

Sabtu, 09 Juni 2012

Perseka Indonesia X Sanan FC | 3 Mei 2012

Begitu peluit babak pertama ditiup Perseka langsung menguasai possesion bola, dengan passing pendek yang dikomandoi Ricko Gocin yang hari itu diplot sebagai playmaker sekaligus holding midfielder.

Memasuki paruh kedua babak pertama, kemelut terjadi dimuka gawang Sanan FC. Bola yang digiring Ugiek dioper ke Sicho Wibowo, bola tanggung yang liar langsung disepak dengan kaki kanan luarnya. Memantul 2x dari sisi gawang kanan ke kiri sebelum masuk kemulut gawang Sanan, 1 – 0 untuk Perseka bertahan hingga babak pertama usai.

Dibabak kedua Perseka mencoba meningkatkan gempuran kepertahanan Sanan dengan memasukan supersub “The Superiffat”, Agung Mushroom, dan gelandang yang cukup jarang terlihat ikut latihan karena masalah kontrak kerja...Muhammad Rizky.

Dibabak kedua, pertahanan Perseka sempat kocar kacir karena kehilangan seorang sweeper, akibatnya Sanan FC menyeimbangkan skor lewat gol yang dilesakan dengan gaya “Tangan Tuhan” karena sebelumnya terlebih dulu menyentuh tangan, sayang wasit seperti tak melihat kejadiannya dan men-sah-kan gol tersebut.
Jual-beli serangan terjadi, Sicho Wibowo yang menjadi penyerang lubang meniru peran Eden Hazard saat masih di Lille menjebol gawang Sanan FC untuk kedua kalinya lewat gol yang spektakuler, mendapat bola diluar kotak pinalti, Sicho langsung men-spekulasi bola lewat placing kaki kiri dan....JEGEEER ! bola lengkung tak mampu ditahan kiper Sanan. 2 -1 !!

Sayang dipenghujung babak kedua insiden ala Tarkam tetap tak terelakkan, pemain Sanan diving dikotak penalti dan mengeluarkan kata-kata rasis, sangat udik dan tidak berkelas
Wasit memang tak menunjuk titik putih, pertandingan terus berlanjut dengan satu pemain Sanan yang tetap tergeletak dipinggir lapangan. Diakhir pertandingan screamage terjadi dimuka gawang, bola crossing dari sebelah kiri pertahanan Perseka mampu dimanfaatkan pemain Sanan untuk menyamakan kedudukan, meski jelas-jelas 2 pemain Sanan terjebak offside namun wasit tetap pada pendiriannya. Hasil akhir 2-2 dan Perseka belum mampu merebut puncak klasemen dari Ereng-Ereng FK

Hingga berita ini ditulis, FSTI (Federasi Sepakbola Tarkam Indonesia) masih mengusut apakah ada unsur suap pada pertandingan hari itu. Lo Spirito Perseka Di Calcio !

About